Sistem Forecasting Untuk Bisnis Anda

Sistem Forecasting Untuk Bisnis Anda

Sistem Forecasting. Sudah tahukah Anda? – Sebagian pelaku bisnis kebingungan ketika harus menentukan berapa jumlah produk yang harus diproduksi. Apakah Anda juga mengalami hal demikian? Jika memproduksi terlalu banyak, takutnya tidak laku terjual habis dan akan merugi, begitu pula sebaliknya, apabila memproduksi dalam jumlah sedikit dan permintaan banyak, takutnya malah kurang. Maka dari itu, perlu menggunakan metode forecasting. Tahu gak apa itu forecasting?

Forecasting adalah metode yang bertujuan untuk meramalkan atau memprediksi segala hal yang terkait produksi, penawaran, permintaan, dan penggunaan teknologi dalam sebuah industri atau usaha. Forecasting sebagai alat bantu untuk melakukan suatu perencanaan yang efektif dan efisien.

Tujuan dan Fungsi Peramalan (Forecasting) terlihat pada saat pengambilan suatu keputusan. Menurut (Ginting:2007), keputusan yang baik yaitu keputusan yang didasarkan pada pertimbangan atas apa yang akan terjadi pada waktu keputusan itu telah dilakukan.

Terdapat beberapa model forecasting, diantaranya:

  • Model rata-rata bergerak (Moving Averages Model): menggunakan sejumlah data permintaan baru yang aktual guna membangkitkan nilai ramal dalam permintaan di masa mendatang. Dengan rumus:

Rata – rata bergerak n Periode =  (∑(permintaan dalam n-periode))

  • Model rata-rata bergerak terbobot (Weighted Moving Averages Model): bersifat lebih responsif terhadap adanya perubahan sebab data dari periode baru biasanya diberikan bobot yang lebih besar.

Weighted MA (n) = (∑(pembobot untuk periode permintaan aktual periode n))/(∑(pembobot))

  • Model pemulusan eksponensial (Exponential Smoothing Model)

Ft = Ft-1 + α (At-1 – Ft-1)

Dimana,

Ft = Nilai ramalan untuk periode waktu ke-t

Ft-1 = Nilai ramalan untuk satu periode waktu yang lalu, t-1

At-1 = Nilai aktual untuk satu periode yang lalu, t-1

α = konstanta pemulusan (smoothing constant)

 

Pada umumnya, metode forecasting dibagi menjadi dua yaitu peramalan secara kualitatif dan peramalan secara kuantitatif. Peramalan secara kualitatif menggunakan pendapat dan analisis yang deskriptif. Sedangkan, kuantitatif menggunakan hitungan sistematis.

  1. Metode Forecasting Kuantitatif
  • Time Series: Menghubungkan keterkaitan antara variabel dependen (variabel yang dicari) dengan variabel independen (variabel yang memengaruhi) lalu dihubungkan dengan waktu, mingguan, bulanan, atau tahunan. Untuk menggunakan metode ini, dapat menghitungnya dengan menggunakan metode smoothing, box jenkins, atau proyeksi trend dengan regresi.
  • Kasual (sebab akibat): Metode yang didasarkan pada keterkaitan antara variabel yang diperkirakan dengan variabel lain yang memengaruhinya, variabelnya bukan dalam bentuk waktu. Dapat menggunakan metode regresi dan korelase, metode input otput, atau metode ekonometri.
  1. Metode Forecasting Kualitatif
  • Survei pasar: Dilakukan dengan mencari masukan atau pendapat dari konsumen yang berpengaruh terhadap rencana pembelian pada saat periode pengamatan. Dapat dilakukan dengan menyebar kuesioner, wawancara langsung atau telepon.
  • Juri dari opini eksekutif: Dilakukan dengan meminta opini atau pendapat kelompok kecil seperti, manajer pemasaran, manajer produksi, manajer logistik, manajer teknik, manajer keuangan yang hasilnya kemudian digabung dengan model statistik.
  • Gabungan tenaga penjualan: Dengan menggabungkan setiap penjual kemudian meramalkan tingkat penjualan di daerah masing-masing sehingga pada akhirnya digabungkan di tingkat provinsi dan nasional.
  • Metode dephi: Mirip dengan metode kuesioner, tetapi jawaban dari kuesioner yang telah terkumpul disederhanakan terlebih dahulu sebelum diberikan kepada ahli untuk dilakukan peramalan. Kelebihan menggunakan metode ini yaitu hasilnya akurat dan profesional dan kekurangannya yaitu membutuhkan waktu yang cukup lama.

Baca juga:

8 Alasan Pelaku Bisnis Harus Punya Website

5 Alasan Pentingnya Testimoni Pembeli

Lantas bagaimana kerja forecasting?

  • Mengidentifikasi masalah.
  • Pilih variabel dan data yang tepat.
  • Buatlah beberapa asumsi untuk mengurangi waktu dan menyederhanakan proses.
  • Pilih model analisis yang akan digunakan.
  • Setelah data terkumpul, metode (kuantitatif atau kualitatif) akan dipilih untuk menghasilkan hasil yang paling sesuai.
  • Jika model telah dipilih, data analisis dan forecast dibuat dari analisis tersebut.
  • Bandingkan hasil forecasting dengan keadaan sebenarnya. Jika hasil kurang tepat, lakukan beberapa perubahan. Tapi kecil kemungkinan, hasil forecasting sudah tepat dan dapat diterapkan dalam bisnis.

Sekarang Anda telah mengetahui apa itu forecasting dan dapat menerapkannya dalam bisnis Anda. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang forecasting, Anda dapat membaca referensi lain yaitu buku statistika dan ekonometrika. Semoga artikel ini bermanfaat.

Kodig.id ada program SEJUTA WEBSITE. Program ini merupakan jasa pembuatan website company profile hanya dengan harga SATU JUTA RUPIAH. Selain itu, Anda juga dapat konsultasi IT GRATIS! – Kodig.id merupakan Konsultan IT Surabaya, IT Developer Surabaya.

Leave a Reply