Skip links

Artikel SEO Friendly. Bagaimana Cara Membuatnya?

Artikel seo friendly tidaklah asal membuat artikel – Website pribadi atau website perusahaan biasanya terdapat menu blog atau artikel. Artikel ini diunggah secara rutin dan berkala. Jika Anda sebagai penulis artikel di suatu website, tentu tidak bisa sembarangan menulis artikel. Artikel harus berkualitas dengan begitu dapat memberikan performa yang baik di mesin pencarian Google. Walaupun ada beberapa plugin yang membantu untuk mengelola SEO, tetapi itu tidak cukup. Anda juga harus paham mengenai artikel yang ramah SEO (SEO friendly).

Jika Anda bertanya-tanya apa alasan dilakukan demikian? Salah satunya yaitu agar artikel yang telah Anda buat dapat berada di halaman pertama hasil pencarian Google. Bisa saja Anda mengabaikan tata cara penulisan artikel SEO friendly. Namun, tidak menjadi jaminan artikel Anda dapat menduduki halaman pertama hasil pencarian Google. Google memiliki standar agar artikel dapat berada di halaman pertama. Kodig.id telah merangkumnya untuk Anda:

  1. Artikel yang menjawab pertanyaan audiens

Google mengetahui tingkat kepuasan para audiens dengan hasil pencarian artikel. Beberapa indikatornya yaitu lama waktu membaca dan apakah artikel tersebut dibagikan atau tidak. Semakin lama waktu yang dihabiskan audiens untuk membaca artikel dan semakin banyak dibagikan menandakan bahwa artikel memenuhi ekspektasi audiens. Buat artikel yang lengkap dan dapat menjawab pertanyaan audiens. Google akan memberikan tambahan poin untuk artikel yang dapat memenuhi ekspektasi audiens.

  1. Gunakan keyword yang banyak dicari audiens

Sebelum menulis artikel, usahakan untuk mencari keyword yang banyak dicari oleh audiens. Maka dari itu, Anda harus paham benar siapa audiens Anda dan Anda dapat mengetahui target keyword yang sering digunakan di mesin pencarian Google. Lantas bagaimana menentukan sebuah kata kunci yang tepat? Anda harus memastikan bahwa pencarian kata kunci tersebut cukup banyak. Bisa juga dengan menggunakan bantuan situs untuk mengetahui volume pencarian kata kunci seperii UberSuggest. Jika perlu, Anda harus memiliki sumber dan data yang cukup untuk membuat artikel agar dapat menyaingi artikel-artikel lain yang muncul di halaman pertama hasil pencarian.

  1. Jangan gunakan keyword berulang kali

Walaupun dengan menggunakan focus keyword akan mendapat ranking tinggi di hasil pencarian Google, tapi jangan pernah menggunakannya berulang kali. Penggunaan focus keyword yang berlebihan justru akan menurunkan kualitas artikel. Tulislah artikel sesuai dengan logika audiens dan bermanfaat. Jangan lupa untuk membaca ulang dari awal artikel yang telah Anda buat.

  1. Unggah konten secara rutin

Menulis artikel dan mengunggahnya secara rutin akan bermanfaat bagi audiens Anda. Dengan selalu mengunggah artikel, website Anda akan terlihat aktif dan dalam hal ini Google akan memberikan nilai lebih kepada website yang lebih aktif dibandingkan website yang jarang memperbarui kontennya.

  1. Sematkan link internal dan eksternal

Guna link di suatu artikel adalah untuk memberikan penjelasan lebih lanjut kepada audiens mengenai topik yang terkait. Link internal yaitu link yang berasal dari salah satu artikel di website Anda. Sedangkan, link eksternal yaitu link yang merujuk ke website lain yang digunakan sebagai landasan pernyataan yang telah Anda tulis.

  1. Perhatikan URL artikel

Komponen teknis artikel di website diantaranya URL, judul blog, dan heading. Jika Anda ingin artikel Anda muncul di halaman pertama, maka perhatikan komponen-komponen tersebut. Singkatlah URL artikel yang Anda punya, misalkan https://kodig.id/2019/07/17/5-alasan-pentingnya-testimoni-pembeli/ menjadi lebih singkat https://kodig.id/2019/07/17/pentingnya-testimoni-pembeli/ . Usahakan judul artikel mengandung focus keyword dan diletakkan di awal judul. Pastikan pula focus keyword ada di salah satu heading artikel, tapi ingat jangan berlebihan.

  1. Optimasi gambar

Mengunggah gambar pada artikel akan membuat audiens tidak mudah bosan. Sebelum mengunggah gambar, pastikan nama file sesuai dengan focus keyword. Hal ini bertujuan untuk memudahkan Google dalam menyesuaikan gambar dengan artikel secara optimal. Alt text juga ditulis sesuai dengan focus keyword yang digunakan. Agar mesin pencari dapat mendeteksi apa gambar tersebut dan teks yang ada di sekitarnya. Jika ada gambar yang error, alt text ini lah yang akan muncul. Hal terakhir yang diperhatikan adalah memperkecil file size gambar yang akan diunggah, supaya loading page dapat lebih cepat. Beberapa layanan yang dapat Anda gunakan untuk compress gambar yaitu https://compressjpeg.com/ https://kraken.io/ https://tinypng.com/

  1. Buatlah struktur artikel

Sebelum melakukan kegiatan apapun, alangkah baiknya memiliki konsep dan rencana terlebih dahulu. Begitu pula dengan menulis. Buatlah struktur artikel terlebih dahulu yang terdiri dari bagian pembuka (prolog), isi, dan kesimpulan (epilog). Struktur seperti ini dapat memudahkan Anda dalam penulisan artikel dan audiens saat membaca.

  1. Kurangi penggunaan bold, italic, dan underline

Penggunaan tanda bold (garis tebal), italic (garis miring), dan underline (garis bawah) yang berlebihan dapat membuat audiens sakit mata dan ingin cepat-cepat menutup halaman website, karena tulisan yang dibacanya tidak profesional. Padahal, tujuan diberi tanda-tanda itu adalah untuk membantu search engine mengenali kata-kata penting yang ada di artikel Anda.

  1. Optimasi panjang artikel

Panjang artikel di suatu website minimal 300 kata. Nah untuk angka maksimalnya, menurut Orbit Media Study, yaitu sekitar 1.142 kata. Jika tujuan Anda ingin artikel Anda ada di halaman pertama hasil pencarian, maka menurut CoSchedule setidaknya artikel Anda terdiri dari 2.500 kata.

Dari 10 tips yang telah disebutkan di atas, diketahui bahwa dibutuhkan terhadap detail-detail komponen SEO dan estetika penulisan artikel. Estetika inilah yang membuat artikel Anda unik dan berbeda dari artikel di website lainnya. Di Kodig.id ada program SEJUTA WEBSITE yang di dalamnya juga ada fitur SEO akan membuat website Anda berada di halaman pertama hasil pencarian Google. Asalkan focus keyword dan konten artikel secara rutin.

Leave a comment