Skip links

Teknologi yang Terinspirasi dari Tumbuhan

Siapa sangka ternyata teknologi ini terinspirasi dari tumbuhan? – Teknologi akan terus berkembang dengan tujuan untuk memudahkan segala aspek kehidupan manusia. Ide atau konsep biasanya muncul karena adanya permasalahan yang timbul dari kehidupan manusia, sehingga permasalahan tersebut dapat dipecahkan dan menghasilkan keuntungan secara materi. Inspirasi memang bisa datang darimana saja, termasuk dari hal-hal yang tak terbayangkan sebelumnya, dari struktur tumbuhan.

Kodig.id memberikan nformasi mengenai beberapa teknologi yan terinspirasi dari tumbuhan, diantaranya yaitu:

  1. Velcro atau perekat

Velcro terdiri dari dua komponen yaitu dua lembar Velcro (satu lembar bundar atau kotak dan satu lembar pengait) dijahit atau ditempelkan ke kain secara berlawanan. Komponen pertama memiliki pengait, sementara yang lainnya memiliki benang seperti lingkaran atau kotak yang ketika disatukan, benang tersebut akan mengait pada pengait dan dua bagian tersebut menempel sementara.

Teknologi ini terinspirasi dari cara duri tanaman menempel pada bulu anjing. Velcro diciptakan oleh insinyur listrik bernama George de Mestral pada tahun 1948.

  1. Paving (kon-blok)

Disadari atau tidak, ternyata paving memiliki bentuk yang sama dengan sel parenkim. Sel ini berperan penting dalam proses fotosintesis daun. Bentuk segi enam dan memiliki ruang antarsel menjadi inspirasi utama dalam menentukan pembuatan bentuk dan pemasangan paving. Paving sendiri berfungsi untuk meratakan jalan dan menyerap air hujan.

  1. Biophotovoltaic moss table

Biophotovoltaic Moss Table merupakan meja yang dapat membangkitkan listrik melalui proses fotosintesis. Biophotovoltaic Moss Table termasuk karya inovatif yang menunjukkan potensi masa depan teknologi BioPhotoVoltaic (BPV). Inspirasi atau ide pengembangan teknologi ini dari jaringan fotosintesis tumbuhan. Teknologi ini mampu menghasilkan listrik yang cukup untuk mengisi alat-alat listrik kecil seperti jam digital.

  1. Pembangkit listrik tenaga surya abengoa

Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Abengoa diciptakan para peneliti MIT (Massachussetts Institute of Technology) yang terinspirasi dari salah satu struktur jaringan bunga tumbuhan yaitu bunga matahari. Keteraturan kelopak pada bunga matahari menginspirasi peneliti untuk mendesain PLTS dengan meminimalkan lahan dan meningkatkan energi yang dihasilkan.

  1. Pemurni udara Andrea

Andrea Air Purifier merupakan contoh teknologi yang terinspirasi dari tumbuhan dan hasil kombinasi cemerlang antara manusia dengan tumbuhan yang dapat mempercepat kemampuan alami alam untuk membersihkan udara yang kotor dalam rangka untuk mendetoksifikasi suasana di dalam rumah. Cara kerjanya yaitu, udara kotor yang mengandung bakteri atau virus akan masuk ke bagian atas, kemudian tersaring ke bawah dan udara bersih akan keluar melalui kipas.

  1. Teater Esplanade

Bangunan ini terinspirasi dari tumbuhan, lebih tepatnya bentuk buah durian. Terletak di tepi sungai Marina Bay dekat dengan muara Singapore River. Bangunan ini dirancang oleh dua firma arsitektur yang bekerjasama yaitu DP Architect (DPA) dan London Michael Wilford & Partners (MWP). Beberapa orang Singapura menyebut Esplanade sebagai “The Big Durian” atau “Shell Durian”. Bangunan ini dibangun untuk menjadi pusat pertunjukan seni.

  1. Charger tenaga surya electree

Terinspirasi dari pohon bonsai yang memiliki karakteristik daun berkelompok, Electree mewakili bentuk tersebut dengan adanya daun-daun sel surya yang mampu menyerap panas matahari. Charger tenaga surya ini dirancang oleh Vivien Muller, terdapat 27 buah daun sel surya dengan bahan amorphous-silicon berkualitas tinggi. Masing-masing berbentuk persegi dengan lebar 3,7 inci atau 10 cm. Teknologi ini memiliki kapasitas penyimpanan hingga 14.000 mAh.

  1. Kota mengambang Lilypad Ecopolis

Kota mengambang Lilypad Ecopolis terinspirasi dari struktur jaringan daun teratai yang didesain oleh Vincent Callebaut sebagai antisipasi untuk tahun 2100 yang digambarkan akan banyak sekali jumlah pengungsi dunia akibat adanya pemanasan global. Lilypad kota ini dapat mengapung dari Monaco di Eropa hingga ke daerah bagian Atol Polenesia. Bahkan, Lilypad mampu mengapung dengan zero emisi udara melalui teknologi energi dari matahari (solar), angin, gelombang laut, dan biomass.

  1. Lampu sensor cahaya

Lampu ini bisa menyala dan mati sendiri sesuai dengan keadaan hari. Biasanya dipasang saat pemilik rumah hendak pergi lama. Tujuannya, agar orang menyangka bahwa pemilik rumah sedang ada di tempat sehingga lebih aman dari “calon maling”. Lampu-lampu ini dipasangi sensor cahaya yang disebut sebagai fotoresistor atau light dependent resistor (LDR). Cara kerja dari sensor ini mengikuti terang/redupnya cahaya di sekitar lampu.

Teknologi ini terinspirasi dari stomata kaktus. Ketika malam hari, stomata kaktus akan menutup, sedangkan pada siang hari akan membuka demi mengurangi proses penguapan air. Proses membuka dan menutup stomata didukung oleh aktivitas sel penjaga stomata yang disebut dengan fotoreseptor.

  1. Panel surya

Panel surya adalah alat yang mampu mengubah sinar matahari menjadi energi listrik. Mekanisme ini terinspirasi dari cara kerja fotosintesis pada daun tanaman. Jika pada panel surya energi matahari yang dikumpulkan ketika menabrak permukaan panel menyebabkan elektron pada panel surya bergerak melalui suatu konduktor lalu menghasilkan energi listrik.

Sama halnya dengan proses fotosintesis, saat daun terkena sinar matahari klorofil akan menyerap energi cahaya. Elektron pada kompleks klorofil akan bergerak melalui satu saluran dan menyebabkan muatan positif juga ikut bergerak. Bergerak menuju kompleks enzim yang menghasilkan energi kimia ATP dan NADPH. Nantinya digunakan untuk mengubah CO2 jadi glukosa.

Tertarik membuat website, sistem, atau aplikasi untuk kemajuan bisnis Anda? Konsultasi dan datang langsung ke Kodig.id – IT Developer Surabaya – Konsultan IT Surabaya, Missyahrul Huda ( 081232089947 ). Kami siap mencari solusi dan menyelesaikan segala permasalahan IT Anda

Referensi:

BudiLuhur , MicroDataIndonesia , RuangGuru , Utakatikotak



Leave a comment